Peringati Hardiknas 2026, SMP Negeri 3 Ngaglik Tekankan Inovasi Pembelajaran Deep Learning

SLEMAN – SMP Negeri 3 Ngaglik menggelar upacara bendera memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada Senin (4/5) dengan suasana yang penuh dedikasi. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, jajaran pendidik dan tenaga kependidikan tampak kompak mengenakan seragam batik Korpri terbaru, yang menyimbolkan semangat pelayanan dan persatuan aparatur negara dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Upacara yang berlangsung di lapangan utama sekolah ini diikuti oleh seluruh siswa dengan khidmat. Meski matahari mulai meninggi, antusiasme peserta tetap terjaga sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa Ki Hadjar Dewantara.

Transformasi Menuju Deep Learning

Dalam amanatnya, Pembina Upacara menyoroti pentingnya evolusi metode pembelajaran di kelas. Fokus utama yang disampaikan adalah implementasi strategi Deep Learning (pembelajaran mendalam) untuk menggantikan pola hafalan yang selama ini mendominasi.

“Pendidikan tidak boleh berhenti pada permukaan. Di SMP Negeri 3 Ngaglik, kita mulai menggaungkan pendekatan Deep Learning—di mana siswa diajak untuk berpikir kritis, mengaitkan konsep dengan kehidupan nyata, dan menemukan makna dari setiap materi yang dipelajari,” tegas Kepala Sekolah dalam sambutannya.

Kriatina Eniwati, M.Pd. Kepala SMP Negeri 3 Ngaglik, yang bertindak sebagai Pembina Upacara, membacakan sambutan Menteri Pendidikan. Beliau menekankan pentingnya bagi siswa untuk tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter  yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, cerdas, terampil, mandiri, sehat jasmani dan rohani, jujur, bertanggung jawab, demokratis, dan kepribadian utama lainnya

Simbolisme Seragam Korpri

Penggunaan seragam Korpri oleh para guru dalam upacara ini bukan tanpa alasan. Hal tersebut merepresentasikan profesionalitas dan kesiapan para guru SMP Negeri 3 Ngaglik untuk menjadi agen perubahan di garda terdepan pendidikan.

“Dengan seragam Korpri ini, kami diingatkan kembali akan tanggung jawab besar untuk terus belajar. Kami pun sebagai guru harus melakukan deep learning terhadap metode-metode baru agar bisa membimbing siswa dengan lebih baik,” ujar salah satu guru senior setelah upacara berakhir.

Laporan oleh: Heru Priyono, S.Pd. Humas SMP Negeri 3 Ngaglik

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Post