Tingkatkan Kompetensi, Guru PJOK SMPN 3 Ngaglik Hadiri Seminar GAMA EDUFAST mewakili PGRI cabang Ngaglik

SLEMAN – Dalam upaya memperkuat peran pendidik dalam membangun karakter generasi muda, Rizki Sito Harimurti, M.Pd., guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) SMP Negeri 3 Ngaglik, hadir sebagai perwakilan PGRI Cabang Ngaglik dalam seminar interaktif bergengsi bertajuk “GAMA EDUFAST”.

Acara yang diselenggarakan di Graha Budaya Embung Giwangan mulai pukul 08.00 hingga 13.00 WIB. pada Selasa, 5 Mei 2026 tersebut mengusung tema sentral “PKJ (Pendidikan Khas Kejogjaan) untuk Ketangguhan Bangsa”. Tidak sendirian, Ibu Sito hadir bersama jajaran rekan pendidik lainnya guna menyerap ilmu terbaru dalam dunia pendidikan khas kejogjaan.

Seminar GAMA EDUFAST kali ini menyoroti betapa krusialnya peran pendidikan khas kejogjaan dalam membentuk ketangguhan mental siswa.

Seminar ini menghadirkan tiga narasumber yang kompeten di bidang pendidikan, yaitu Prof. Dr. Ir. Conradus Danisworo, M.Sc selaku Dewan Pendidikan DIY, MARSMA Sigit Sasongko, M.Si. selaku Wakaseksis dari SMA Taruna Nusantara, serta Harsiana Wardani, M.Pd. selaku Kepala Sekolah SD Negeri Kasihan. Kegiatan ini diikuti oleh para pendidik sebagai bagian dari upaya penguatan wawasan dan implementasi pendidikan karakter berbasis kearifan lokal.

Dalam pemaparannya, Prof. Conradus Danisworo menjelaskan sejarah dan tujuan PKJ (Pendidikan Khas Kejogjaan) sebagai fondasi pembentukan karakter peserta didik yang berakar pada nilai-nilai budaya Yogyakarta. Sementara itu, MARSMA Sigit Sasongko mengulas letak geografis Indonesia yang strategis serta perkembangan teknologi informasi yang pesat, hal ini menjadi peluang baik namun di sisi lain juga dapat menjadi ancaman bagi ketahanan bangsa. Adapun Harsiana Wardani membagikan praktik baik implementasi PKJ di sekolahnya, yang telah terintegrasi dalam proses pembelajaran sehari-hari.

Melalui sesi diskusi interaktif, peserta seminar menyimpulkan bahwa pendidikan karakter merupakan aspek penting yang harus diperkuat. Hal ini sejalan dengan kondisi Indonesia yang memiliki berbagai keunggulan, namun juga dihadapkan pada tantangan global yang kompleks. Oleh karena itu, inisiasi PKJ sebagai pendidikan berbasis nilai-nilai lokal Yogyakarta perlu diintegrasikan secara nyata dalam proses pembelajaran di sekolah, guna membentuk generasi yang tangguh, berkarakter, dan mampu menghadapi dinamika zaman.

“Kehadiran kami di sini merupakan komitmen untuk membawa inovasi pembelajaran ke sekolah. Tema ketangguhan bangsa sangat relevan, karena melalui pendidikan khas kejogjaan, kita membentuk disiplin dan daya juang siswa,” ujar salah satu perwakilan delegasi PGRI Ngaglik.

Kepala SMP Negeri 3 Ngaglik memberikan apresiasi penuh atas partisipasi ini. Diharapkan, ilmu yang didapatkan oleh Ibu Sito dan rekan-rekan dapat segera diimbaskan kepada para siswa dan guru lainnya.

Penulis: Rizki Sito Harimurti, M.Pd.

Editor : Heru Priyono, S.Pd. Waka Humas SMP Negeri 3 Ngaglik

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Post