Siswa Kelas 7 Unjuk Gigi, Sajikan Cita Rasa Nusantara dalam Pembelajaran Berbasis Proyek (PBP)

Siswa Kelas 7 Unjuk Gigi, Sajikan Cita Rasa Nusantara dalam Pembelajaran Berbasis Proyek (PBP) post thumbnail image

Ngaglik(SMP Negeri 3 Ngaglik) – Aroma rempah-rempah yang menggoda menyerbak di lingkungan sekolah pada Jumat (06/02/2026) pagi. Bukan tanpa alasan, ratusan siswa kelas 7 sedang melaksanakan kegiatan Pembelajaran Berbasis Proyek (PBP) dengan Tema Kearifan Lokal dan Topik Pembuatan Makanan Tradisional.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan kekayaan kuliner Indonesia kepada generasi muda sekaligus melatih kemandirian dan kerja sama tim. Sejak pagi hari, para siswa yang terbagi dalam beberapa kelompok kecil tampak sibuk menyiapkan bahan masakan, mulai dari mengulek bumbu tradisional hingga menghias hidangan dengan estetik.

Setiap kelompok ditantang untuk menyajikan menu khas dari daerah yang berbeda-beda. Beberapa menu andalan yang terlihat di atas meja saji antara lain:

Mie Goreng Jogja.

Tahu Guling Jawa tengah.

Nasi Goreng Nusantara.

Lotek dari jawa barat

Gado-gado kas Jakarta.

Penanggung Jawab Pembelajaran Berbasis Proyek (PBP) ibu Eka  menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang makan bersama. “Kami ingin siswa memahami bahwa di balik satu piring makanan, ada sejarah, filosofi, dan kerja keras. Ini adalah implementasi dari penguatan profil pelajar Pancasila, di mana mereka belajar bergotong royong dan mengenal identitas bangsanya,” ujarnya di sela-sela peninjauan proses memasak.

Penilaian tidak hanya didasarkan pada rasa masakan saja, tetapi juga meliputi:

Kebersihan saat proses memasak.

Kekompakan antar anggota kelompok.

Presentasi atau cara penyajian makanan (plating).

Kegiatan ditutup dengan sesi makan bersama yang meriah, di mana para guru dan siswa saling mencicipi hidangan buatan antar kelompok. Gelak tawa dan kebersamaan menjadi bumbu pelengkap yang membuat kegiatan KAIH kali ini terasa sangat berkesan bagi seluruh warga sekolah.

Catatan Penulis: Kegiatan seperti ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa bangga pada produk lokal di tengah gempuran tren makanan instan dan kuliner asing.

(humassmpn3ngaglik)

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Post