
Ngaglik, Sleman – Kabar membanggakan datang dari SMP Negeri 3 Ngaglik. Salah satu guru Bahasa Indonesia, Elisabet Arie Wijayanti, S.Pd., berhasil lolos kurasi nasional Pameran Gagasan Inovasi Konferensi Pendidikan Indonesia (KPI) 2026 yang diselenggarakan oleh Gerakan Inovasi Pendidikan Indonesia.
Keberhasilan tersebut menjadi kisah inspiratif karena diraih di tengah situasi pribadi yang penuh tantangan. Saat proses pengajuan karya inovasi berlangsung, Elisabet sedang fokus mendampingi ibundanya yang mengalami gangguan penglihatan dan harus menjalani operasi katarak. Kondisi tersebut membuat perhatian dan pikirannya terbagi antara tanggung jawab sebagai pendidik dan kewajiban mendampingi orang tua yang sedang sakit.
Atas dorongan dan kepercayaan dari Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Ngaglik, Kristina Eniwati, S.Pd., M.Pd., Elisabet tetap berupaya menyelesaikan dan mengirimkan poster inovasi pendidikan yang telah disusunnya untuk mengikuti Innovation Poster Idea KPI 2026.
“Pada saat itu saya benar-benar tidak memiliki ekspektasi tinggi untuk lolos. Fokus utama saya adalah mendampingi ibu yang akan menjalani operasi katarak. Bahkan poster tersebut saya unggah dan kirimkan tepat ketika sedang menunggu di depan ruang operasi,” ungkap Elisabet.
Di tengah suasana penuh kekhawatiran menanti proses operasi sang ibu, Elisabet memilih tetap menyelesaikan tanggung jawab profesionalnya sebagai guru dengan mengirimkan poster inovasi yang telah dipersiapkan. Baginya, langkah tersebut merupakan bentuk komitmen untuk terus berkontribusi dalam dunia pendidikan meskipun berada dalam situasi yang tidak mudah.
Usaha tersebut ternyata membuahkan hasil yang membanggakan. Pada tanggal 28 Juni 2026, panitia Konferensi Pendidikan Indonesia mengirimkan pemberitahuan resmi bahwa poster yang diajukan oleh Elisabet berhasil lolos kurasi kategori Guru dan Kepala Sekolah. Tidak hanya itu, karya tersebut juga mendapatkan kesempatan untuk dipamerkan dalam Ruang Intervensi Konferensi Pendidikan Indonesia.
Dalam pesan yang diterima, panitia menyampaikan apresiasi atas partisipasi dan antusiasme peserta serta menyatakan bahwa poster karya Elisabet dinilai layak untuk ditampilkan pada ajang nasional tersebut. Lebih istimewa lagi, Elisabet memperoleh kesempatan untuk menjadi narasumber pada Kelas Pendidik/Pemimpin Temu Pendidik Nusantara dengan mengisi sesi Misi Belajar.
Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi SMP Negeri 3 Ngaglik sekaligus membuktikan bahwa semangat berinovasi dapat tumbuh bahkan di tengah tantangan kehidupan pribadi. Dukungan dari keluarga, rekan sejawat, dan pimpinan sekolah menjadi kekuatan penting yang mengantarkan karya tersebut hingga tingkat nasional.
Kepala SMP Negeri 3 Ngaglik, Kristina Eniwati, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini menunjukkan bahwa guru tidak hanya berperan sebagai pengajar di kelas, tetapi juga sebagai agen perubahan yang terus menghadirkan gagasan inovatif untuk kemajuan pendidikan Indonesia.
Keikutsertaan Elisabet dalam Konferensi Pendidikan Indonesia 2026 diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para pendidik lainnya untuk terus berkarya, berbagi praktik baik, dan menghadirkan inovasi yang berdampak bagi peserta didik. Kisah ini juga menjadi pengingat bahwa ketulusan dalam berusaha sering kali menghadirkan hasil terbaik pada waktu yang tidak terduga.
“Ketika kita tetap melangkah dan berusaha memberikan yang terbaik, bahkan di tengah keterbatasan dan ujian kehidupan, selalu ada kemungkinan bahwa usaha tersebut akan membuka jalan menuju kesempatan yang lebih besar.”Penulis : Elisabet Ari Wijayanti, S.Pd.
