
SLEMAN – Kasus perundungan (bullying) di lingkungan sekolah yang kian marak bermigrasi ke dunia maya memicu respons cepat dari akademisi. Sebagai upaya preventif, tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menggelar pelatihan pembuatan konten digital anti-bullying bagi guru-guru SMP di Kabupaten Sleman.
Acara yang berlangsung pada Senin, 18 Mei 2026 ini bertempat di Ruang Rapat (RR) Ki Hajar Dewantara, Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman. Pelatihan ini diikuti oleh perwakilan guru dari 14 sekolah terpilih di wilayah Sleman yang berkomitmen kuat menciptakan ekosistem sekolah ramah anak.
Ketua Tim PKM UNY menjelaskan bahwa guru masa kini harus mampu masuk ke dunia digital yang dekat dengan keseharian siswa. Melalui pelatihan ini, para guru dibekali keterampilan teknis untuk merancang, memproduksi, dan menyebarkan konten edukasi kreatif—seperti video pendek, infografis, dan poster digital—yang bermuatan pesan antikanker sosial (perundungan).
Pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman menyambut baik sekaligus memfasilitasi penuh agenda ini. Perwakilan dinas menegaskan bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah-sekolah di Sleman sangat krusial untuk mempercepat penanganan dan pencegahan kekerasan di satuan pendidikan.
Selama pelatihan, para peserta dari 14 sekolah terpilih tampak antusias mempraktikkan aplikasi penyuntingan video dan desain digital. Mereka didampingi langsung oleh para pakar media pembelajaran dan psikologi pendidikan dari UNY.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan ke-14 SMP pionir tersebut mampu memproduksi konten kampanye positif secara mandiri di kanal digital masing-masing. Langkah nyata ini diharapkan dapat menciptakan ruang digital sekolah yang sehat serta menekan angka kasus cyberbullying maupun physical bullying di Kabupaten Sleman. Penulis : Nugroho Agung Kusumo, MT. Bela Sika Pratiwi, S.Pd.
Editor : Heru Priyono, S.Pd.
