
SLEMAN – Dalam upaya mendongkrak kualitas pembelajaran dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital, SMP Negeri 3 Ngaglik menggelar Workshop Peningkatan Kompetensi Guru pada Jumat (12/6/2026). Workshop kali ini fokus pada materi “Menyusun Soal Sesuai Capaian Pembelajaran (CP) dan Tujuan Pembelajaran dengan Memanfaatkan Artificial Intelligence (AI)”.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Laboratorium IPA SMP Negeri 3 Ngaglik ini menghadirkan narasumber, Kristina Eniwati, S.Pd., M.Pd. Workshop ini diikuti oleh seluruh jajaran guru mata pelajaran di sekolah tersebut dengan antusiasme yang tinggi.
Dalam pemaparannya, Kristina Eniwati menekankan pentingnya bagi guru untuk tidak antipati terhadap teknologi, melainkan menjadikannya sebagai mitra kerja (kolaborator). Penggunaan AI dinilai mampu mengefisiensikan waktu guru dalam merancang bank soal yang berkualitas dan bervariasi, tanpa keluar dari koridor Capaian Pembelajaran (CP) yang telah ditetapkan.
“AI bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan untuk melipatgandakan produktivitas kita. Dengan AI, kita bisa membuat soal-soal berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) yang disesuaikan persis dengan Tujuan Pembelajaran secara lebih cepat dan presisi,” ujar Kristina di hadapan para peserta.
Tidak hanya sekadar memaparkan teori, workshop ini dikemas secara interaktif. Para guru langsung membuka laptop masing-masing untuk melakukan praktik prompting (memberikan perintah) pada tools AI guna menghasilkan draf soal.
Berikut adalah beberapa tahapan utama yang dipelajari oleh para guru dalam workshop:
- Bedah CP dan Tujuan Pembelajaran: Memetakan indikator ketercapaian yang ingin diukur.
- Formulasi Prompt AI: Menyusun instruksi yang spesifik agar AI menghasilkan soal yang valid, reliabel, dan sesuai tingkat kognitif siswa.
- Validasi & Kurasi: Melakukan telaah manual terhadap soal hasil AI guna memastikan kesesuaian budaya, bahasa, dan kebenaran konsep.
Pihak manajemen SMP Negeri 3 Ngaglik berharap, pasca-pelaksanaan workshop ini, para guru dapat langsung mengimplementasikan ilmu yang didapat untuk menyambut asesmen-asesmen mendatang. Melalui pemanfaatan AI yang bijak, diharapkan proses evaluasi belajar siswa menjadi lebih objektif, kreatif, dan benar-benar mampu mengukur kompetensi siswa secara riil sesuai tuntutan Kurikulum Merdeka.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan komitmen bersama para guru untuk terus berinovasi dalam dunia pendidikan digital. Penulis: Heru Priyono, S.Pd. Waka Humas
